|
|
 |
| Author |
Message |
izman
[1] Members


222 posts
Location: Port Klang Malaysia
Occupation: Kerja Kilang
Age: 34
|
#1651
09/05/2008 14:57 GMT-13 hours
|
SUARA YANG DIDENGAR MAYAT
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu;
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad ... Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, 'Wahai Fulan Anak Si Fulan..
· - Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
· - Apakah Kau Yang Telah Mengumpul Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Mengumpulmu
· - Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
· - Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.'
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan ....Terdengar Dari Langit Suara Memekik, 'Wahai Fulan Anak Si Fulan...
· - Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah
· - Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
· - Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
· - Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara'
Ketika Mayat Siap Dikafan ...Suara Dari Langit Terdengar Memekik,'Wahai Fulan Anak Si Fulan
· - Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
· - Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
· - Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
· - Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
· - Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.'
Ketika MayatDiusung. .... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, 'Wahai Fulan Anak Si Fulan..
· - Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
· - Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Taubat
· - Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.'
Ketika Mayat Siap Disholatkan ....Terdengar Dari Langit Suara Memekik, 'Wahai Fulan Anak Si Fulan..
· - Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
· - Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
· - Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.'
Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat .... terdengar Suara Memekik Dari Langit,'Wahai Fulan Anak Si Fulan...
· Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
· - Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
· - Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
· - Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.'
Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian... .. Allah Berkata Kepadanya, 'Wahai Hamba-Ku.... .
· Kini Kau Tinggal Seorang Diri
· Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
· Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
· Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri
· Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku
· Hari Ini,....
· Akan Kutunjukan Kepadamu
· Kasih Sayang-Ku
· Yang Akan Takjub Seisi Alam
· Aku Akan Menyayangimu
· Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya'.
Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman , 'Wahai Jiwa Yang Tenang
· Kembalilah Kepada Tuhanmu
· Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
· Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
· Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku'
|
|
izman
[1] Members


222 posts
Location: Port Klang Malaysia
Occupation: Kerja Kilang
Age: 34
|
#1677
18/09/2008 14:48 GMT-13 hours
|
DOSA YANG LEBIH BESAR DARI BERZINA
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menagkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk".
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata,
"Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan
mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut.
"Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik.
"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya... telah... telah berzina".
Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil.
Setelah anak itu lahir, langsung saya... cekik lehernya sampai... tewas," ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa berapi-api matanya.
Dengan muka berang ia mengherdik,"Perempuan bejad, nyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu.
Pergi!"... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu itu dengan hati bagaikan kaca terhempas ke batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah keluar.
Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak
mengadu.Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya.Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa.
Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,"Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya?
Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya."
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?"
"Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran."Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina".Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.
Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub.Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita
pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.
Wassalamu'alaikum wbt..
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan
mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104:105)
"Qul, Amantu bil-Lahi, tsumnas-taqim" Katakanlah! Aku percaya kepada Allah dan kemudian pegang teguhlah pendirian
itu.
|
|
izman
[1] Members


222 posts
Location: Port Klang Malaysia
Occupation: Kerja Kilang
Age: 34
|
#1707
21/04/2009 17:22 GMT-13 hours
|
Lelaki abai tugas pelindung tanda akhir zaman
DIRIWAYATKAN oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Antara tanda hari kiamat ialah ilmu semakin sedikit dan kejahilan semakin banyak, zina akan menjadi berleluasa, wanita semakin ramai dan lelaki semakin kurang sehinggakan 50 wanita hanya dilindungi oleh seorang lelaki.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Masalah sosial dan keluarga yang kian meruncing adalah disebabkan ramai lelaki yang tidak lagi berperanan sebagai lelaki dan hilang semangat kelelakiannya.
Mungkin ramai yang akan menduga hilang semangat kelelakian membawa maksud bertambahnya lelaki lembut seperti yang pernah diperbincangkan dalam akhbar harian tempatan suatu waktu dulu.
Ada juga menyangkakan yang dimaksudkan dengan semakin kurangnya bilangan lelaki, tetapi sebenarnya bukan demikian. Bilangan lelaki ramai, jika tidak lebih atau sama dengan bilangan wanita pun sekurang-kurangnya tidaklah terlalu jauh nisbahnya.
Yang dimaksudkan di sini ialah kurangnya lelaki yang menjalankan peranannya sebagai lelaki seperti disebutkan oleh al-Quran: “Para lelaki adalah qawwamun (pelindung) kepada wanita.” (Surah al-Nisa, ayat 24)
Hipotesis itu sebenarnya ada kebenarannya, malah tidak keterlaluan jika dikatakan bertepatan dengan hadis di atas. Hadis itu menyebut bahawa antara tanda akhir zaman ialah lelaki semakin kurang daripada wanita, dan yang lebih parah lagi, 50 wanita hanya dijaga seorang lelaki.
Menariknya, dalam hadis itu Rasulullah SAW menggunakan perkataan ‘qawwam’ yang bermaksud pelindung untuk 50 wanita dan tidak menggunakan perkataan ‘rijal’ yang membawa maksud lelaki.
Maksudnya, orang lelaki yang menjaga wanita semakin sedikit bilangannya. Yang ramai ialah lelaki yang tidak menjadi penjaga wanita, sama ada tidak bertanggungjawab menjaga keluarga, tidak berperanan sebagai ketua keluarga ataupun memperlakukan wanita dengan perlakuan memudaratkan mereka, seperti mengeksploit, merogol, menjadikan wanita alat pemuas nafsu dan sebagainya.
Lihat apa yang berlaku di dalam masyarakat kita yang semakin hari semakin hancur moralnya. Berita kejadian rogol bagaikan sama wajibnya dengan ruangan siaran televisyen di dada akhbar.
Sumbang mahram, bunuh, samun, ragut, dera isteri, anak, pembantu rumah dan 1001 kejadian dan peristiwa yang jelas menunjukkan hilangnya kelelakian ramai lelaki di Malaysia ini.
Bukannya hilangnya sifat kelelakian kerana mereka bertukar jantina, tetapi kerana mereka tidak menjalankan tugas mereka sebagai lelaki yang sebenarnya iaitu ‘pelindung’ bagi wanita.
Apakah rasionalnya teori itu? Jika lelaki mempunyai kelelakian dan menjadi pelindung, dia akan melihat wanita golongan yang memerlukan perlindungan, dihormati, dijaga kehormatan, tidak boleh dikasari, tidak dieksploitasi apa lagi diperlakukan sesuka hati seumpama barang.
Lelaki yang mempunyai sifat pelindung tidak akan berzina dengan wanita yang haram baginya kerana menyedari dia wajib melindungi maruah wanita itu. Lelaki pelindung tidak akan merogol wanita, kerana beliau menyedari beliaulah yang patut melindungi wanita daripada dikasari dan dizalimi, apatah lagi terhadap anak, cucu dan kerabat mereka sendiri.
Seorang lelaki pelindung juga tidak sekali-kali akan menyamun, mencuri, meragut dan membunuh wanita kerana merekalah yang sepatutnya melindungi wanita daripada sebarang mudarat dan musibah. Pendek kata, jika masyarakat mempunyai ramai lelaki pelindung, kuranglah masalah kekeluargaan dan sosial.
Keluarga memerlukan lelaki pelindung yang tidak akan bermalasan di rumah membiarkan isteri dan anak saja membanting tulang. Lelaki pelindung juga tidak akan memukul dan mendera sama ada isteri mahupun anaknya.
Lelaki pelindung juga tidak akan menengking, mengherdik, memaki, mencaci dan mencarut wanita dan ahli keluarganya, tidak akan menggadai maruah anak isteri walau sesulit mana pun masalah yang dihadapi. Sayangnya lelaki pelindung semakin pupus di dalam masyarakat Melayu Muslim di Malaysia pada hari ini.
Ironiknya dalam sesetengah keadaan, wanita turut menyumbang kepada pelupusan sifat pelindung lelaki. Kedengaran suara sumbang aktivis wanita yang ingin mendapat taraf sama dengan lelaki tanpa menyedari risikonya.
Mereka juga galak menyeru kepada usaha dominasi wanita terhadap tugas yang selama ini di dominasi lelaki. Di satu sudut, muncul bagai cendawan lepas hujan wanita yang rela diri dieksploitasi lelaki yang mementingkan nafsu dan keuntungan material semata-mata daripada etika dan maruah.
Bagaikan sesuatu yang biasa, kewujudan GRO, pelacuran sama ada yang terhormat ataupun tidak berlesen. Media berlumba-lumba mempergunakan wanita untuk melariskan produk mereka.
Bagaimana menyedarkan lelaki mengenai tugas mereka sebagai pelindung? Proses yang bagaimana perlu diaplikasikan terhadap semua lelaki di Malaysia supaya sedar mereka adalah lelaki dan perlu menjadi pelindung bagi wanita?
Dalam hal ini, lelaki terutama Muslim perlu menyedari kedudukan mereka di hadapan Allah dan perlunya mereka kembali kepada Islam yang mengangkat martabat wanita dan menjadikan lelaki sebagai pelindung martabat iu.
Jika seseorang Muslim sedar bahawa dia adalah hamba Allah, maka dia wajib mengikuti perintah Allah, mengikut ajaran al-Quran yang menyuruh lelaki melindungi wanita mencontohi Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW tidak pernah menyakiti apatah lagi menganiaya dan menzalimi wanita. Baginda mengajar kita bagaimana melindungi wanita sebahagian daripada unsur utama masyarakat Islam. Dengan mengikuti sunnah, lelaki akan sentiasa menjadi pelindung bagi wanita.
|
|
izman
[1] Members


222 posts
Location: Port Klang Malaysia
Occupation: Kerja Kilang
Age: 34
|
#1714
25/09/2009 12:29 GMT-13 hours
|
ENAM PERTANYAAN [Kata mutiara]
Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. .
Pertama...
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab..." orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" .
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. .
Sebab kematian adalah PASTI adanya....
Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua....
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab... "negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" ...
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita
TIDAK bisa kembali ke masa lalu....
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..
Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari".. .
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi ...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai
nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...
Pertanyaan keempat adalah....
"Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru .
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...
Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ...
"Semua itu benar....", kata Sang Guru...
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...
Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan
melukai perasaan saudaranya sendiri...
Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...
senantiasa belajar dari MASA LALU...
dan tidak memperturutkan NAFSU...???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???
|
|
izman
[1] Members


222 posts
Location: Port Klang Malaysia
Occupation: Kerja Kilang
Age: 34
|
#1717
24/12/2009 13:46 GMT-13 hours
|
SUFI MEMBELI TEMBIKAI.
Bagaimana cara anda membeli tembikai? Ada yang menepuk-nepuk buah tembikai, untuk mendengar bunyinya, kalau bunyinya agak berat, dikatakan matang lah sudah masaknya dan baiklah isinya.
BETULKAH BEGITU?
Tetapi, setelah anda membawa balik buah tembikai tersebut sampai dirumah, anda telah dimarahi oleh isteri anda, disebabkan isinya tidak baik dan tidak sedap di makan.
Dikeranakan anda dimarahi oleh isteri anda, apa yang akan anda katakan kepada isteri anda,
Adakah anda memarahi isteri anda balik?
Buangkan saja tembikai tersebut?
Oh…. Jangan lah begitu..
Anda perlu belajar dengan ahli sufi terkenal ini.
Mari kita sama-sama hayati kisah ahli sufi ini.
Pada suatu hari, seorang ahli sufi terkenal telah membeli tembikai, kemudian dia membawa tembikai itu pulang dan diberikan kepada isterinya, apabila isterinya membelah tembikai itu untuk dimakan, ternyata buah tembikai itu tidak baik dan tidak elok, Marah lah isteri ahli sufi itu dengan keadaan buah tembikai tersebut.
Maka bertanya lah ahli sufi kepada isterinya:
“Kepada siapa engkau tujukan marah mu itu?”
“Adakah kepada penjual?”
“Adakah kepada pembeli?”
“Adakah kepada Penanam?”
atau
“ADAKAH KEPADA PENCIPTA BUAH TEMBIKAI ITU?”
Terdiam lah isteri ahli sufi mendengar pertanyaan tersebut.
Ahli Sufi terus berkata lagi:
“Sipenjual sudah tentu mahu jualannya terdiri daripada barang yang terbaik.”
“begitu juga sipembeli sudah tentu mahu membeli barang yang terbaik juga.”
“Bahkan sipenanam juga sudah tentu berharap hasil tanamannya yang terbaik juga.”
“Jadinya ternyata lah marahmu ini engkau tujukan kepada PENCIPTA BUAH TEMBIKAI ITU.”
“Maka bertakwalah engkau kepada Allah dan redholah dengan segala ketentuannya.”
Menangislah isteri ahli sufi tersebut lalu bertubat dan redolah ia dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah s.w.t.
Jadinya, apabila anda mengunakan kata-kata ahli sufi tersebut, maka menangislah isteri anda. Ternyata disaat itu juga isteri anda telah menjadi seorang wanita sufi. Kalau begitu, bersyukurlah kerana anda juga mungkin seorang ahli sufi yang terkenal…
Sumber : email daripada syarizal (perak)
|
|
 |
|
|
|